Antara Modifikasi Motor dan Keluarga
Posted: April 18th, 2009 | Author: dania | Filed under: Keluarga | 1 Comment »Bukan, bukan saya yang tiba-tiba tergila-gila pada motor, tapi suami saya. Sebenarnya ya nggak baru-baru amat sih. Saat masih single dulu, ia punya motor yang unik, hasil kreasi modifikasi di bengkel temannya.
Saya pernah diajak naik motor itu. Tapi, saya sungguh malu, karena ke mana-mana selalu menjadi pusat perhatian orang. Akhirnya, saya beri ia ultimatum: jangan naik motor itu kalau mau jalan sama saya. Kejam ya?
Nah, setelah kami menikah, motor itu ia berikan kepada adiknya yang masih kuliah. Toh suami saya memang sudah jarang sekali mengendarainya.
Sekitar dua minggu yang lalu, ia bertemu dengan teman-temannya di komunitas motor saat masih aktif memodifikasi dulu. Dan, muncullah keinginan itu. Ia ingin memiliki motor dan menjalankan hobi lamanya: modifikasi motor.
Sayang, motornya dulu sudah dijual oleh adik ipar saya karena memang ia juga sudah jarang menggunakannya. Kalau tidak kan, suami dapat menyalurkan hobinya dengan motor tersebut.
Saat ini, rencana itu masih dalam taraf diskusi — kami memang selalu mendiskusikan segala sesuatu sebelum mengambil keputusan bersama. Sejujurnya, saya tidak masalah jika ia memang ingin menekuni hobi lamanya itu. Hanya saja, saya takut ia tak punya waktu luang. Waktu untuk keluarga saja sudah semakin sempit karena kesibukannya bekerja, lalu bagaimana jika ditambah lagi dengan hobi baru ini?
Entahlah. Semoga kalaupun ia kembali berjibaku dengan modifikasi motor, waktu untuk kami, keluarga, tidak berkurang. Semoga.
motornya kok gitu betuknya,,aga gimana gitu,,,
kurang halus bodyna