Dangerously Beautiful Indonesia

Virus Flu Babi

Posted: April 27th, 2009 | Author: dania | Filed under: Info | No Comments »

babiBarusan, saya dengar di radio tentang virus flu babi yang menjangkit di Amerika Serikat, Kanada, Selandia Baru dan Meksiko.

Bahkan di Meksiko, virus ini dicurigai telah membunuh 68 orang. Lebih parah lagi, virus yang dikenal dengan H1N1 dikabarkan dapat ditularkan antar manusia, berbeda dengan Virus Flu Burung atau H5N1 yang tidak ada penularan antar manusia.

Berita ini agak meresahkan memang. Namun, dikabarkan pula bahwa Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Tangerang akan melakukan pemeriksaan terhadap peternakan babi di Tangerang tepatnya di wilayah Salembaran Kosambi, Tiga Raksa (Tangerang Utara) dan Setu (Tangerang Selatan).

Ada baiknya jika kita berhati-hati dalam hal ini karena virus ini dikabarkan menular antar manusia — meski belum terbukti. Namun, Departemen Kesehatan dan Departemen Pertanian nampaknya akan bertindak dengan hati-hati dalam menyikapi penyebaran virus ini.

Mereka akan melakukan dua tindakan penangkalan. Pertama, dengan memperketat karantina di pelabuhan laut dan bandara. Kedua, dengan membentuk tim khusus pemetaan (surveillance) kawasan berpopulasi babi tinggi.

makanan-sehatYang harus diwaspadai adalah kenyataan bahwa gejala flu babi mirip flu biasa yakni batuk, demam, mual, dan muntah. Namun, sepertinya jika ditangani dengan benar, mereka yang menderita penyakit ini dapat disembuhkan. Buktinya, pasien virus ini di AS dapat sembuh, hanya seorang yang masih dirawat di rumah sakit.

Saatnya meningkatkan sistem imun kita dengan mengkonsumsi makanan sehat dan olahraga. Yuk!


Budayakan Membaca

Posted: April 26th, 2009 | Author: dania | Filed under: Inspirasi | 1 Comment »

bukuPerayaan Hari Buku Sedunia (World Book Day) sudah dimula semenjak tanggal 23 April 2009 yang lalu dan akan berakhir pada tanggal 17 Mei 2009.

Acara yang berlangsung di Museum Mandiri Kota ini mengajak warga Jakarta khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya untuk membudayakan kegiatan membaca, mulai dari anak-anak hingga dewasa.

World Book Day Indonesia 2009 ini mengusung tema “Membaca untuk Cinta.” Tema ini diangkat untuk mengingatkan kita tentang kecintaan terhadap membaca dan pentingnya berbagi kecintaan membaca kepada orang lain di sekitar kita.

Tak dapat dipungkiri, membaca adalah hal yang penting dan memang perlu digalakkan. Ada baiknya jika kita dapat terlibat dalam acara serupa dan dapat berbagi kecintaan atau hobi kita ini kepada orang banyak.

Namun, jika tak bisa, mulailah dari lingkup yang kecil seperti anak, pasangan, orang tua, keluarga, hingga asisten rumah tangga.

Yang paling mudah adalah dengan sering-sering mengajak anak ke toko buku atau perpustakaan. Mungkin jika ke toko buku agak berat — karena itu berarti harus mengeluarkan uang lebih — ajak saja anak dan keluarga berkunjung ke perpustakaan. Di sana mereka dapat membaca buku apa saja.

Salah satu perpustakaan yang cukup baik adalah Perpustakaan DikNas yang terletak di Jl. Jend. Sudirman, di sebelah Ratu Plaza. Di bagian belakang perpustakaan ini terdapat beragam buku anak yang cukup baik.

Cara lainnya adalah dengan menghadiahkan buku. Belakangan, saya rajin mengoleksi buku anak. Namun, saya sediakan dua buah per judul. Satu untuk anak-anak, satu lagi saya simpan untuk hadiah jika ada teman anak saya yang berulang tahun.

Memang sih anak saya dicap sebagai pengkado buku. Tapi, itu predikat yang bagus kan? :)

Selain untuk teman anak-anak saya, saya juga menghadiahkan buku kepada teman dan kerabat yang berulang tahun. Sahabat-sahabat saya bahkan jauh hari sebelum ulang tahun mereka memberitahukan buku apa saja yang mereka belum miliki.

Dengan orang tua dan mertua, saya sering bertukar buku, saling meminjamkan. Dengan suami malah tidak pernah, karena selera buku kami tidak sama. Ia senang yang berbau sejarah sementara saya lebih suka membaca novel.

Kepada asisten rumah tangga, saya kerap menghibahkan majalah-majalah saya. Awalnya, dulu saya pikir mereka akan menjual kiloan majalah-majalah tersebut. Tapi, ternyata mereka pilih terlebih dulu. Jika ada topik atau resep yang mereka suka, mereka simpan dan baca sendiri, sisanya barulah mereka jual.

Cara lain untuk berpartisipasi dalam ajan membudayakan membaca adalah dengan menyumbangkan buku. Belakangan semakin banyak perpustakaan komunitas yang terletak di kawasan tertentu yang bertujuan untuk mencerdaskan penduduk sekitar. Jika ada buku yang sudah selesai dibaca namun tak tahu hendak disimpan di mana, tak ada salahnya kan berbagi?

Yuk, budayakan membaca!


“Practice makes perfect” katanya…

Posted: April 26th, 2009 | Author: indonesi | Filed under: Basic | No Comments »

Kata orang untuk mencapai sesuatu keahlian dibutuhkan latihan terus menerus. Tapi sebenarnya yang lebih benar adalah perfect practice makes perfect.

Lakukan segala sesuatu dalam latihan Anda dengan sempurna. Dan hasilnya pun akan sempurna. Lebih baik dari sekedar latihan saja. Mengulang sesuatu hal secara sempurna, akan memasukkan pola kesempurnaan itu ke dalam otak kita.

Selain perfect practices, jam terbang juga akan berpengaruh dalam keahlian Anda. Jika Anda ingin dibilang bisa bermain gitar, Anda butuh sedikitnya 500 jam latihan secara sempurna. Untuk manjadi ahli gitar, Anda butuh lebih dari 1000 jam latihan. Ingin menjadi jagoan gitar? Tambah latihan Anda menjadi 10 ribu jam. Pasti Anda jadi jagoan di bidang Anda. Apapun itu.


Tentang Memulai Bisnis

Posted: April 25th, 2009 | Author: indonesi | Filed under: Basic, Bisnis, Cari duit internet | 1 Comment »

Memulai sesuatu adalah hal yang paling susah dilakukan. Apalagi kalau kita harus melakukan sesuatu yang belum pernah kita lakukan sebelumnya.

Begitu juga dengan memulai bisnis. Nggak ada bisnis yang gampang. Nggak ada juga kerja yang gampang. Semua hal bisa dianggap gampang atau dianggap susah, semuanya ditentukan dari pikiran kita.

Bulatkan niat kita, dan lakukan.

Lho terus kalo gagal, gimana?

Dari statistik di Amerika Serikat, hanya 20% bisnis yang bisa bertahan dua tahun. Dari 20 % itu hanya 20% yang bisa bertahan 5 tahun. Jadi kesimpulannya? Kemungkinan besar Anda gagal. Tapi jangan khawatir, Anda bisa memperbesar kemungkinan Anda berhasil. Caranya?

  • Full Time. Fokuskan seluruh pikiran dan tenaga Anda di situ. Jika Anda mengerjakannya sambil mengerjakan pekerjaan lain, kemungkinan Anda gagal akan semakin besar.
  • Banyak belajar. Yakinlah bahwa Anda harus belajar. belajar dari buku, dari pengalaman, dari teman, dari kompetitor.
  • Fokus. Fokus di bisnis utama Anda. Tentukan kekuatan utama Anda, dan fokus ke sana. Fokus kepada penjualan pertama di bulan pertama. First sale is the hardest sale.
  • Prudent dalam mengatur keuangan. Keuangan adalah senjata Anda. Atur baik-baik dan jaga sebaiknya. Hindari pengeluaran yang tidak perlu. Ingat akan ada banyak godaan untuk membeli barang yang tidak perlu selama Anda memulai bisnis. Kop surat dan lain-lain nggak penting. Yang paling penting adalah SALES. Ada penjualan ada bisnis. Kejar penjualan pertama, yang lainnya bisa menyusul.

Tips anti stress

Posted: April 24th, 2009 | Author: indonesi | Filed under: Basic | No Comments »

Ayo dong jangan Stress! Emang rumput tetangga selalu kelihatan lebih hijau dari rumput di rumah sendiri. Tapi kenyataannya belum tentu begitu. Jadi be yourself aja deh. Enjoy aja. Dan nikmati hidup.

Ini beberapa tips anti stress yang sederhana.

1. Dibawa santai aja semuanya. Don’t worry be happy.
2. Kumpul dengan teman-teman. Ngobrol yang nggak ada hubungannya dengan masalah kamu. Kumpul-kumpul ceria adalah vitamin yang tak terhingga.
3. Pasrah dan berserah kepada Tuhan. Hidup tidak selalu di atas. Ada senang, ada sedih. Ada tawa, ada tangis! Tapi Tuhan akan selalu membantu kita. Jadi enjoy aja deh. Berusaha dan berdoa.


Flu Singapura

Posted: April 24th, 2009 | Author: indonesi | Filed under: Basic | No Comments »

Duh flu singapura mulai menjalar ke Indonesia. Ini ada beberapa tips sederhana untuk mencegah penularan virusnya.

  • Menjaga kebersihan perorangan
  • Cuci tangan selalu dengan sabun,
  • Menutup mulut dan hidung bila batuk dan bersin, ini akan mencegah penyebaran virus flu.
  • Tidak menggunakan secara bersama-sama alat-alat rumah tangga dan alat kebersihan pribadi. Misalnya sikat gigi tidak digunakan bergantian beberapa orang.

Beberapa blog yang menulis tentang flu singapura ini misalnya di sini tentang flu singapura di batam. Juga informasi menarik dari banyu agung di sini.


Believing, Learning, Action

Posted: April 24th, 2009 | Author: indonesi | Filed under: Basic | 1 Comment »

Pernah baca buku Thomas Sugiarto, seorang businessman di real estate dan asuransi yang sukses?.Bukunya sangat highly recommended. isinya sangat inspiratif. Saya beli beberapa eksemplar bukunya dan memberinya ke temen-temen saya. Isi bukunya berlaku di semua bisnis. Isinya menceritakan tentang perjalanan hidup, ambisi dan semangatnya. Sangat Inspiratif.

Intinya adalah

  1. Believing. Percaya bahwa kita bisa.
  2. Learning. Belajar dengan keras.
  3. Action. Dan berusaha dengan keras.

Ayo cari di toko buku. Jika ingin maju, ini buku yang paling tepat buat Anda


Jalan-jalan ke Jogja

Posted: April 20th, 2009 | Author: dania | Filed under: Jalan-jalan | 2 Comments »

Entah karena dekat atau apa, rasa-rasanya setiap kali ke Jogja, kami hanya menghabiskan waktu paling lama tiga hari. Terlebih lagi, beberapa kali di antaranya, memang saya dan anak-anak pergi untuk menemani suami yang tugas di sana.

Nah, apalagi kalau sudah dengan anak-anak begitu, eksplorasi makanan khas Jogja pun tak maksimal karena mereka lagi-lagi ya mencari yang sudah dikenal baik oleh lidah mereka.

Demi anak, kami mengalah saja.

Lokasi yang kami kunjungi ya kalau bukan Borobudur ya Prambanan. Oleh-oleh yang kami bawa pulang pun lagi-lagi bakpia, bakpia dan bakpia terus.

Sebenarnya, menurut seorang teman, banyak hal yang dapat dieksplor di kota Gudeg ini.

Di antaranya:

  • Museum Ullen Sentalu. Museum ini terletak di selatan Gunung Merapi, di daerah Pakem, di timur Kali Boyong, Kaliurang. Menurut yang sudah pernah ke sana, museum ini menampilkan budaya dan kehidupan putri / wanita Keraton Yogyakarta beserta koleksi bermacam-macam batik (baik gaya Yogyakarta maupun Surakarta). Museum ini selain menghadirkan informasi tentang kecantikan Putri Keraton, juga tentang pemikiran dan karya mereka.
  • Museum Affandi. Museum yang terletak di di Jalan Laksda Adi Sucipto 167 ini menampilkan koleksi lukisan karya sang Maestro yang dilahirkan di Cirebon pada tahun 1907 serta koleksi lukisan karya pelukis lainnya. Bukan hanya itu, pengunjung juga dapat melihat mobil sedan Mitsubishi Gallant tahun 1975, sepeda Reliegh tahun 1975, dan banyak lagi.
  • Belajar membuat perhiasan perak di Kota Gede. Kebetulan saya tidak suka emas kuning, lebih suka emas putih dan perak. Dengar-dengar dalam waktu hanya 3 jam, kita bisa membuat sendiri perhiasan berbahan perak loh.
  • Museum Kekayon. Museum yang terletak di Jalan Raya Jogja Wonosari Km 7 No 277 ini kabarnya menggambarkan sejarah bangsa Indonesia sekaligus kesenian wayang.
  • Pabrik Cerutu Taru Martani. Pabrik yang didirikan semenjak tahun 1918 ini memproduksi cerutu legendaris. Kita dapat melihat langsung proses produksi cerutu linting tangan, tapi saya takkan membelinya. Nggak ada yang merokok. :)
  • Pabrik Gula Madukismo.  Menuju lokasi, dari Gedung Madu Chandy, kita akan menikmati perjalanan dengan menggunakan kereta api tua.
  • Pabrik Tegel Kunci.  Di pabrik yang dibangun semenjak tahun 1929 ini, kita dapat melihat proses produksi ubin-ubin bernuansa klasik dengan motif unik. Kabarnya, ubin-ubin ini juga turut menghiasi lantai Kraton Yogyakarta.

Nah, ternyata banyak banget kan hal yang bisa dilihat di Jogja alias Yogyakarta? Nggak melulu Malioboro, Pasar Beringharjo, Bakpia Patok, Prambanan dan Borobudur aja kan?

Saat saya ajukan ke suami, ternyata tiga di antara tempat-tempat yang saya sebutkan di atas pernah ia kunjungi bersama teman-temannya.

Duh, kenapa sih nggak ajak-ajak saya dan anak-anak? Huhuhu…

Tapi, dia janji, kalau dia tugas ke Jogja lagi, kami akan diajak dan kami akan menghabiskan waktu lebih dari 3 hari! ;)


Antara Modifikasi Motor dan Keluarga

Posted: April 18th, 2009 | Author: dania | Filed under: Keluarga | 1 Comment »

Bukan, bukan saya yang tiba-tiba tergila-gila pada motor, tapi suami saya. Sebenarnya ya nggak baru-baru amat sih. Saat masih single dulu, ia punya motor yang unik, hasil kreasi modifikasi di bengkel temannya.

Saya pernah diajak naik motor itu. Tapi, saya sungguh malu, karena ke mana-mana selalu menjadi pusat perhatian orang. Akhirnya, saya beri ia ultimatum: jangan naik motor itu kalau mau jalan sama saya. Kejam ya? :D

Nah, setelah kami menikah, motor itu ia berikan kepada adiknya yang masih kuliah. Toh suami saya memang sudah jarang sekali mengendarainya.

Sekitar dua minggu yang lalu, ia bertemu dengan teman-temannya di komunitas motor saat masih aktif memodifikasi dulu. Dan, muncullah keinginan itu. Ia ingin memiliki motor dan menjalankan hobi lamanya: modifikasi motor.

Sayang, motornya dulu sudah dijual oleh adik ipar saya karena memang ia juga sudah jarang menggunakannya. Kalau tidak kan, suami dapat menyalurkan hobinya dengan motor tersebut.

Saat ini, rencana itu masih dalam taraf diskusi — kami memang selalu mendiskusikan segala sesuatu sebelum mengambil keputusan bersama. Sejujurnya, saya tidak masalah jika ia memang ingin menekuni hobi lamanya itu. Hanya saja, saya takut ia tak punya waktu luang. Waktu untuk keluarga saja sudah semakin sempit karena kesibukannya bekerja, lalu bagaimana jika ditambah lagi dengan hobi baru ini?

Entahlah. Semoga kalaupun ia kembali berjibaku dengan modifikasi motor, waktu untuk kami, keluarga, tidak berkurang. Semoga.


Sukses Menjadi EO Reuni

Posted: April 16th, 2009 | Author: dania | Filed under: Simplify Your Life | 1 Comment »

Ada seorang teman yang kebetulan sejak SD hingga SMA selalu satu sekolah dengan saya. Bahkan di SD kami selalu sekelas serta satu kali di SMP dan sekali lainnya di SMA.

Teman saya ini, entah bagaimana caranya, memiliki kontak hampir semua teman. Misalkan, saat di SMA, kami hendak berkumpul untuk menggalang dana bagi guru kami yang sedang sakit keras. Dan, hanya dalam waktu kurang dari lima hari, ia berhasil mengontak sebagian besar teman-teman dan acara penggalangan dana itu berhasil.

Saat kuliah pun begitu, ia dengan mudah mengumpulkan kami, teman-teman SMA-nya saat kami merasa rindu satu sama lain. Dan, memang hanya selalu dia yang mengurus.

Sekarang, di era Facebook, wah ia semakin jaya. Hampir tiap hari, ada saja teman yang ia suggest kepada saya dan teman lainnya.

Tak pelak lagi, ia memang patut diandalkan. Bahkan untuk reuni mendadak sekalipun. Pernah suatu hari ada seorang teman yang tinggal di luar kota dan ingin bertemu dengan kami. Si teman ini baru menghubungi siang hari, tapi malamnya, sekitar dua puluh orang sudah berkumpul di salah satu kafe yang ia tunjuk. Rauni kecil pun berlangsung.

Nah, rencananya SMP kami akan mengadakan reuni, minimal untuk teman seangkatan. Acara tersebut dijadwalkan untuk terlaksana pada bulan Juli nanti. Semenjak minggu lalu, saat rencana itu dicanangkan, teman saya yang Ratu Reuni dan telah dinobatkan sebagai EO sudah beraksi.

Saya yakin, reuni itu akan berjalan sukses.

Saya perhatikan, sebenarnya apa saja sih yang membuatnya begitu sukses dalam mengelola acara reuni atau kumpul-kumpul itu?

Kira-kira inilah hasil penelitian saya:

  • Tulus. Setelah saya perhatikan, teman saya ini melakukannya dengan tulus, tanpa pamrih.
  • Silaturahmi. Ia pernah bercerita bahwa ia memang senang bersilaturahmi. Semenjak kecil ia dibiasakan untuk membina silaturahmi dengan siapapun.
  • Terorganisir. Ia memang suka berorganisasi. Semenjak SMP ia hampir selalu memegang jabatan di organisasi sekolah.
  • Rajin. Ia sangat rajin mengumpulkan data mengenai teman-teman kami. Ternyata, ia memiliki sebuah buku yang berisikan bukan hanya alamat dan nomor telepon teman-teman, tapi juga tanggal lahir mereka.
  • Waktu luang. Nah, ini juga penting. Tanpa waktu luang, ia takkan sempat mengurus segala sesuatu. Syukurlah ia memilikinya. :)

Dengan semua itu, saya yakin ia akan dengan sangat sukses sebagai EO Reuni SMP kami nanti.

Hanya saja, saya harus belajar banyak darinya karena saya diminta teman-teman sebagai wakil ketua EO Runi nanti. Saya sempat menolak. Tapi, gagal.

Untung suami mengijinkan. Jadi, dalam beberapa bulan ke depan, dua minggu sekali, saya harus mengorbankan Jum’at malam saya untuk rapat. Tapi, seru juga. Mana tahu nantinya saya bisa membuat usaha baru, mendirikan perusahaan EO khusus Reuni bersama teman saya yang satu itu. ;)