Dangerously Beautiful Indonesia

Bepergian Saat Hamil

Posted: February 15th, 2009 | Author: dania | Filed under: Basic | No Comments »

Sepupu saya kebetulan sedang hamil 6 bulan. Dan, kehamilannya nggak bisa dibilang mudah juga.

Ia nggak nafsu makan, bahkan beratnya pun turun dan tubuhnya yang langsing menjadi kurus. Ia tak sanggup melihat matahari. Ia bisa tidur seharian di kamar dan keluar hanya untuk mandi, ke toilet ataupun shalat–dan kadang untuk makan jika ia sedang ingin.

Tapi, nampaknya semenjak dua minggu yang lalu, ada yang berubah. Ia mulai nyaman bepergian. Ia juga mulai mau makan lebih banyak.

Dan, saya agak terkejut saat melihat foto terbarunya beberapa hari yang lalu di FaceBook. Ia baru saja berjalan-jalan dengan suaminya ke Bandung.

Bayangkan, dari yang gak mau keluar kamar sampai jalan-jalan sejauh itu?

Saat saya kontak via PM, ia tertawa-tawa. Ia bilang, akhir bulan ini akan ke Surabaya karena ia ingin melahirkan di sana, dekat Mamanya.

Wah, hebat juga dia. Saat saya hamil kedua anak saya, sebisa mungkin saya menghindari perjalanan jauh, baik lewat darat, laut maupun udara. Apalagi mengemudikannya sendiri. Tapi, ada juga loh yang tetap mengemudi saat hamil, bahkan berencana menyetir sendiri ke rumah sakit untuk melahirkan.

Hm…sebenarnya bahaya nggak sih ya? Atau, malah nggak apa-apa?

Setelah ngobrol-ngobrol dengan sepupu saya itu, akhirnya ada beberapa kesimpulan yang dapat saya tarik mengenai bepergian saat hamil:

  • Konsultasikan dengan OBGYN sebelum pergi. Pastikan bahwa kondisi kehamilan (rahim dan janin) baik-baik saja. Juga, pastikan bahwa si ibu hamil dalam keadaan fit. Kalau sedang tak enak badan, misalnya, ada baiknya perjalanan ditunda.
  • Mintalah surat ijin dokter, terutama jika bepergian jauh dengan pesawat. Karena, jika membeli tiket pesawat untuk ibu hamil dengan usia kehamilan lebih dari 28 minggu, harus dilengkapi dengan surat keterangan dari dokter kandungan.
  • Persiapan yang matang. Kalau biasanya, saat tidak hamil, kita bisa saja ’slebor’ dalam mempersiapkan perjalanan, beda halnya jika kita sedang hamil. Pastikan si ibu hamil membawa semua keperluannya. Mulai dari obat-obatan (terutama obat mual jika masih merasa mual), vitamin, cemilan, hingga bantal penyangga untuk duduk.
  • Bawa makanan secukupnya. Biasanya, ibu hamil makan agak lebih banyak. Usahakan juga membawa makanan yang bergizi baik, semisal sayur-sayuran, buah, susu, dll. Jangan hanya membawa biskuit atau makanan tak bergizi (atau malah makanan berbahaya).
  • Bawa benda yang dapat membuat si ibu hamil merasa relaks. Contohnya, MP3 Player, CD berisi lagu-lagu yang menenangkan, buku atau majalah atau benda lainnya yang disesuaikan dengan kesukaan si ibu hamil.
  • Jangan memaksakan diri. Jika tidak sedang berbadan dua, kita akan dengan cueknya tetap melanjutkan perjalanan meski badan lelah. Di saat hamil, sebaiknya jangan nekat. Istirahat kapan dan di mana saja jika merasa lelah. Lanjutkan perjalanan jika memang sudah merasa lebih segar.

Sebetulnya, sepupu saya itu punya tips lain, tapi sudah siang nih. Saya harus menemani keluarga makan siang.

Selamat berakhir pekan. Dan, tunggu tips lanjutannya ya…



Leave a Reply