Mau jadi karateka?
Posted: February 28th, 2009 | Author: dania | Filed under: Ada-ada Saja | 4 Comments »Kalau rajin belajar karate bisa begini?
Kalau rajin belajar karate bisa begini?
Dalam beberapa bulan lagi, saya dan suami akan merayakan ulang tahun pernikahan kami.
Saya sudah harus memikirkan dan mencari hadiah apa yang tepat untuk suami saya tahun ini.
Ini beberapa hadiah yang pernah saya berikan kepada suami:
Sementara, yang pernah diberikan suami saya kepada istrinya yang manis ini
adalah:
Tahun ini saya berharap dia sudi membelikan sebuah BB alias Blackberry untuk istrinya. Hahaha…walaupun saya lebih senang jika ia tak perlu menunggu hari ulang tahun pernikahan kami untuk membelikannya.
Kalau dilihat-lihat, pemberian suami saya memang berharga sekali (terutama yang dua terakhir). Tapi, saya tahu, itu karena ia ingin yang praktis saja.
Padahal, kalau saja ia mau bertanya kepada saya, pasti hadiahnya akan lebih bervariasi. Sayangnya, ia lebih senang memberi ’surprise’–walau sebenarnya terbaca juga oleh saya.
Kalau dipikir-pikir, nggak ada salahnya kok bertanya lebih dulu sebelum membelika hadiah kepada orang. Misalnya, saat teman kita melahirkan, kita tanya dulu kan apa yang ia belum punya? Paling nggak, kita yakin hadiah itu akan terpakai.
So, para suami…tanyakanlah kepada istri ia mau apa. Takut istri minta yang mahal-mahal? Hahaha…ya tinggal jujur saja bilang kalau budgetnya cuma sekian. Gak perlu gengsi-gengsian kan sama istri?
Tetap masih nggak mau tanya nih?
Ok deh, coba simak tips berikut…kira-kira apa sih hadiah ulang tahun perkawinan yang diinginkan istri?
Jika bisa melukis, lukislah wajahnya. Jika bisa memotret, fotolah ia. Jika bisa membuat lagu, buatkanlah lagu untuknya. Jika bisa membuat puisi, buatkanlah puisi untuknya. Intinya, gunakanlah apa yang kamu punya untuk mengejutkannya.Mungkin daftar di atas pernah terlintas dalam pikiran. Kini, saatnya untuk mewujudkan. Torehkan senyum di bibir istri dengan menghadiahkannya sesuatu yang ‘indah’.
Jadi ingat saat ke Dago Atas, Bandung. Teras kamar penginapan kami dapat menangkap keindahan gemerlap kota Bandung. Sayang saat itu kami tidak membawa kamera yang oke.
Andai jalan di sekitar kita tidak bongklak ataupun hancur, pasti indah sekali jika dilukis…
Sekitar lima tahun yang lalu, suami saya bertugas selama sekitar tiga bulan di Sumatra Barat. Ia menetap di kota Padang.
Saya tidak ikut suami saat itu karena saya bekerja. Tapi, satu bulan sekali saya mengunjunginya.
Suami yang memang hobi jalan-jalan tidak melewatkan kesempatan untuk menyambangi tempat wisata di sana, terutama wisata kuliner. Siapa sih yang tidak tahu kehebatan Minang dalam hal masakan?
Salah satu kota yang kami kunjungi adalah Padang Panjang yang terkenal dengan resto khasnya, Sate Mak Syukur.
Resto yang terletak di tepi sebuah jalan besar di Padang Panjang ini memang tak pernah sepi. Bahkan, ada kawan yang bercerita bahwa ia pernah kehabisan sate sehingga harus datang lagi ke sana keesokan harinya. Untung kami tidak kehabisan saat itu.
Sungguh memang lezat. Sate Padang terlezat yang pernah saya rasakan. Suami bahkan menghabiskan dua porsi. Saya yang awalnya biasa saja dengan sate padang pun menjadi tergila-gila.
Setiap kali mengunjungi suami di Sumatera Barat, saya selalu mengajak untuk singgah di Mak Syukur.
Suatu kali, kerinduan saya akan sate padang memuncak. Tapi, saya hanya ingin sate padang ala Padang Panjang, tak lain dan tak bukan, Sate Mak Syukur.
Kembali ke Sumatra Barat hanya untuk mencari sate rasanya agak aneh. Jadi, saya pun memendam keinginan. Hingga suatu saat saya mendapat kabar yang membuat saya merasa begitu gembira.
Sate Mak Syukur sudah dapat dinikmati di Jakarta. Gerai Sate Mak Syukur di Jakarta dapat ditemui di:
Sebenarnya, siapakah Mak Syukur yang namanya dijadikan ikon sate padang lezat tersebut?
Beliau adalah Syukur Sutan Raja Endah yang mula merintis usahanya semenjak tahun 1947. Pada tahun 1984, usaha tersebut dilanjutkan oleh sang anak yang bernama Syafril Syukur.
Di Padang Panjang sendiri, sate yang dijual semenjak pukul 10 pagi hingga jam 9 malam ini memiliki tiga outlet. Dua di antaranya berada di Pasar Padang Panjang. Yang lainnya berada di jalan raya yang telah saya sebut di atas. Yang di jalan raya itulah yang terbesar dan paling terkenal.
Meski menurut sebagian orang rasa Sate Mak Syukur di Jakarta masih kalah dengan yang di Padang Panjang sana, saya tak gentar untuk selalu menyambangi gerai-gerai Mak Syukur di Jakarta. Lumayan sebagai pengobat rindu kepada sate padang pertama yang membuat saya jatuh cinta setengah mati.
Kebetulan salah satu dari keempa lokasi yang saya sebut di atas berdekatan dengan tempat saya bekerja. Jadi, tak jarang saya makan siang bersama teman-teman dengan menyantap Sate Mak Syukur.
Hm…bercerita tentang Sate Mak Syukur membuat saya ingin mengajak suami dan anak-anak untuk menikmatinya malam ini. Memang setiap akhir Minggu kami selalu menyempatkan makan malam di luar.
Kali ini, menu kami adalah…Sate Padang Mak Syukur!
Jauh amat?
Bukan…ini maksudnya mau share gambar tentang vending machine di Jepang yang menjual telur.
Kalo kita di Indonesia, beli telur mah di warung, pasar, atau supermarket aja.
Duh, lucu juga ya kalau punya hewan peliharaan sekecil dan semungil itu?
Saya sangat terkejut ketika suami menunjukkan berita tentang seorang pria yang dinyatakan hamil 6 bulan. Saya langsung menuduh itu hoax. Suami juga.
Karena penasaran, saya sempatkan browsing. Dan, barusan menemukan kebenara berita itu.
Alih-alih hamil, si pria ternyata menderita tumor.
Aih…untung saya mengecek dulu sebelum membahasnya dengan teman-teman.
Kasihan juga pria itu. Kabarnya, ada empat benjolan di dalam perutnya. Yang paling besar berukuran 77 milimeter.
Semoga bukan tumor ganas dan pria asal Semarang yang bernama Triyono itu dapat sembuh seperti sedia kala.
Saya teringat pemberitaan tentang pria hamil beberapa waktu yang lalu. Sempat membuat heboh. Eeeh…ternyata ia dulunya seorang perempuan yang telah mengubah jenis kelaminnya (transseksual).
Itulah pentingnya cek n ricek dulu sebelum menyebarkan berita atau kisah menakjubkan seperti di atas. Kadang saking hebohnya, banyak orang yang lebih dulu menyebarkan, lalu barulah mengecek kebenaran berita.
Akhirnya, semua menjadi simpang siur.
Padahal, dengan cepatnya robot2 Oom Google menangkap artikel di dunia maya, apa sih yang nggak bisa dicari? Gampang kok, cuma perlu ketik kata kunci yang kita maksudkan, dan…taraaa…jutaan informasi tentang hal tersebut tersedia.
Kalau kata anak saya, “Googling aja…”
Hahaha…
Jadi, jangan lupa cek dulu kebenaran sebuah berita…daripada terlanjur heran dan gak habis pikir.
Ada pria hamil? Googling dulu yuukkk…
Sepupu saya kebetulan sedang hamil 6 bulan. Dan, kehamilannya nggak bisa dibilang mudah juga.
Ia nggak nafsu makan, bahkan beratnya pun turun dan tubuhnya yang langsing menjadi kurus. Ia tak sanggup melihat matahari. Ia bisa tidur seharian di kamar dan keluar hanya untuk mandi, ke toilet ataupun shalat–dan kadang untuk makan jika ia sedang ingin.
Tapi, nampaknya semenjak dua minggu yang lalu, ada yang berubah. Ia mulai nyaman bepergian. Ia juga mulai mau makan lebih banyak.
Dan, saya agak terkejut saat melihat foto terbarunya beberapa hari yang lalu di FaceBook. Ia baru saja berjalan-jalan dengan suaminya ke Bandung.
Bayangkan, dari yang gak mau keluar kamar sampai jalan-jalan sejauh itu?
Saat saya kontak via PM, ia tertawa-tawa. Ia bilang, akhir bulan ini akan ke Surabaya karena ia ingin melahirkan di sana, dekat Mamanya.
Wah, hebat juga dia. Saat saya hamil kedua anak saya, sebisa mungkin saya menghindari perjalanan jauh, baik lewat darat, laut maupun udara. Apalagi mengemudikannya sendiri. Tapi, ada juga loh yang tetap mengemudi saat hamil, bahkan berencana menyetir sendiri ke rumah sakit untuk melahirkan.
Hm…sebenarnya bahaya nggak sih ya? Atau, malah nggak apa-apa?
Setelah ngobrol-ngobrol dengan sepupu saya itu, akhirnya ada beberapa kesimpulan yang dapat saya tarik mengenai bepergian saat hamil:
Konsultasikan dengan OBGYN sebelum pergi. Pastikan bahwa kondisi kehamilan (rahim dan janin) baik-baik saja. Juga, pastikan bahwa si ibu hamil dalam keadaan fit. Kalau sedang tak enak badan, misalnya, ada baiknya perjalanan ditunda.Sebetulnya, sepupu saya itu punya tips lain, tapi sudah siang nih. Saya harus menemani keluarga makan siang.
Selamat berakhir pekan. Dan, tunggu tips lanjutannya ya…
Iklan memang sebaiknya unik agar dapat dengan mudah diingat. Saya suka iklan di atas karena membuat kita langsung bisa teringat fungsi benda yang diiklankan.