Rumah Minimalis Impian
Posted: January 3rd, 2009 | Author: dania | Filed under: Basic, Interior, Rumah | 3 Comments »Sekarang ini, yang sedang jadi trend dalam hal perumahan adalah tipe rumah minimalis. Semua serba kotak dan simpel.
Sayang, rumah yang kami tinggali sekarang masih berupa rumah lama yang jauh dari minimalis. Masih ada pilar, ornamen di jendela, dan lain-lain.
Impian saya dan suami adalah suatu hari dapat mengubah tampilan rumah kami ke arah yang lebih minimalis. Masalahnya, rumah kami masih dalam keadaan cukup baik sehingga sayang juga kalau harus direnovasi habis-habisan.
Walau begitu, kami sudah mulai hunting bentuk rumah minimalis seperti apa yang nantinya akan kami pilih.
Belum lama ini, kami mendarat di salah satu blog menarik seorang desainer interior dan arsitektur bernama Anna Hape. Bahkan, kami juga sempat melihat-lihat flickr Mbak Anna di sini.
Dalam blognya, kami menemukan salah satu tips menarik mengenai rumah minimalis. Mbak Anna menjelaskan bahwa rumah minimalis lebih dari sekedar gaya. Rumah minimalis adalah itu Filosofi Hidup.
Kalau dipikir-pikir ada benarnya.
Saya dan suami memang lebih senang yang simpel. Pemilihan rumah kami yang sekarang juga cukup simpel. Pertama, rumah ini dekat dengan rumah kedua orang tua kami. Kedua, kondisi rumah masih dalam keadaan baik. Ketiga, harganya sesuai dengan budget kami saat itu.
Namun, ya itu, kami agak terganggu dengan pembagian ruangan yang jauh dari simpel. Bagian dalam terkesan sempit karena banyak sekali sekat yang tidak terlalu fungsional. Tak ketinggalan banyaknya ornamen yang kurang perlu pada pintu dan jendela.
Padahal, menurut Mbak Anna, salah satu filosofi rumah minimalis adalah mengambil yang penting saja, yang fungsional.
Di blog Mas Ronny, bahkan dikatakan, “…less is more and ornament is crime.”
Saya semakin yakin bahwa memang rumah minimalis adalah tipe rumah minimalis. Bukan sekedar mengikuti trend yang ada. Tapi, lebih kepada menyelaraskan rumah dengan siapa saya sebenarnya. Untuk menunjukkan identitas saya.
Yang pasti, kami masih sedang taraf menabung dan menunggu hingga tiba waktunya rumah kami memang memerlukan renovasi. Agar dana yang kami keluarkan tidak mubazir dan benar-benar fungsional. Intinya, menerapkan milimalisasi dalam berbagai aspek.
Nantinya, jika saatnya tiba, saya ingin rumah minimalis yang:
- dapat membuat rumah saya terlihat lebih luas–saat ini ukuran rumah saya hanya 100m².
- tidak terlalu berwarna-warni dengan nuansa cokelat dan krem–kecuali kamar anak yang akan saya buat lebih ceria.
- furnitur yang sederhana–saat ini furnitur di rumah saya cukup simpel, mungkin hanya perlu sentuhan khusus.
- memaksimalisasi semua fungsi rumah–contohnya adalah tangga yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan seperti salah satu artikel saya yang bertajuk Rumah Kecil? No Worries!.
Duh, jadi nggak sabar deh mau punya rumah minimalis!
aduh kayanya tambah mahal deh mas dengan miniatur rumah minimalis, pengen sih tapi cuma angan angan saja buat saya
kalau saya pingin rumah yg bs main bola didalamnya huahahaha….
in me, minimalist means simple, modern & high tech *halah… mahal dong* huahahaha… such a simple and minimalist blog, mba