Posted: January 30th, 2009 | Author: dania | Filed under: Foto-foto Menakjubkan, Lucu | 1 Comment »
Ternyata ini hubungannya?

Awalnya, waktu lihat foto ini untuk yang pertama kali, saya nggak ngeh kalau ternyata itu ban bus. Tadinya saya pikir, itu lensa loh…
Posted: January 27th, 2009 | Author: dania | Filed under: Keluarga | 2 Comments »

Siapa sih yang nggak kepingin anaknya tumbuh menjadi anak percaya diri alias PD? Semua orang tua pasti mau.
Tapi ya kalau sekedar keinginan tanpa usaha yang jelas ya jangan berharap anak akan sepede itu. Anak yang memiliki rasa percaya diri yang kuat adalah anak yang mendapat dukungan penuh dari orang tua dan lingkungannya.
Apa sih yang boleh dan tidak boleh dilakukan agar anak kita menjadi anak yang PD?
Dari beberapa sumber yang saya rangkum, kira-kira inilah do’s dan don’t’s-nya:
- Kenali minat dan bakat anak, lalu biarkan ia mengeksplor hal tersebut. Jika memang ia berbakat dan memiliki minat akan hal tersebut, maka kegiatan yang berhubungan dengan minat dan bakatnya itu akan membuatnya percaya diri.
- Jangan beri tanggapan negatif. Meskipun ia melakukan sesuatu dengan salah, jangan hakimi ia dengan kata-kata yang bernada negatif. Cari sisi positif dari kesalahan tersebut, lalu ajak ia memperbaikinya bersama-sama. Jelaskan pula bahwa siapa pun dapat melakukan kesalahan.
- Puji dan puji lagi. Jangan pernah sekali pun lupa memuji anak atas prestasinya. Dibandingkan dengan memarahinya untuk nilai 5 yang ia peroleh, lebih baik memujinya untuk nilai 7 yang ia dapatkan dengan belajar giat.
- Hargai pendapat anak. Jika anak sedang tidak mau melakukan sesuatu, tanyakan mengapa. Jika alasannya masuk akal—meskipun hal itu dapat membuat kita repot karena harus mengubah schedule, misalnya—hargailah
- Jangan memaksanya melakukan hal yang tidak disukainya. Misalkan, memaksanya kursus melukis padahal kita tahu ia tidak suka. Ia akan tersiksa dan membenci dirinya sendiri.
- Tunjukkan rasa kasih sayang kepada mereka. Dengan mengetahui bahwa mereka disayangi dan dicintai, mereka akan merasa nyaman dan aman dalam menjalani apapun.
- Biarkan ia mencoba banyak hal karena ia perlu mengenali batasan kemampuannya.
- Perkenalkan anak pada kemandirian. Dengan menjadi anak yang mandiri, ia dapat mengatasi banyak hal sendiri tanpa bantuan orang lain. Tentu anak seperti ini adalah anak yang penuh percaya diri.
- Jadilah contoh yang baik. Jangan berharap memiliki anak yang percaya diri jika kita sebagai orang tua tidak yakin akan diri kita sendiri. Jangan tunjukkan kekhawatiran atau kepanikan berlebihan di hadapan anak—meskipun sebenarnya hati kita ciut seciut-ciutnya. Biarkan ia melihat seorang ibu atau ayah yang tegar dan selalu tersenyum dalam keadaan apapun.
Anak yang percaya diri akan lebih mudah berinteraksi dengan orang lain. Ia pun akan lebih baik dalam hal pengambilan keputusan. Ia dapat memilah hal yang baik dan kurang baik dengan lebih mudah.
Dengan begitu, kita tak perlu lagi khawatir untuk melepasnya ke dunia luar.
Posted: January 22nd, 2009 | Author: dania | Filed under: Lucu | 3 Comments »

Posted: January 19th, 2009 | Author: dania | Filed under: Jalan-jalan | No Comments »
Yuk!
Saya pasti akan menjawab semangat jika suami saya mengajakku ke sana. Tidak, kami tidak punya kerabat di Garut. Tapi, Garut adalah tempat bersejarah bagi kami. Ehem…kami melewati bulan madu di sana.
Tidak tanggung-tanggung. Suami–saat itu ia masih sebatas tunangan–memesan tempat tiga hari dua malam di Kampung Sampireun.
Sangat tak terlupakan.
Garut memang semakin terkenal karena Kampung Sampireun. Padahal, di wilayah tersebut, terdapat beberapa tempat menginap lainnya, seperti Kampung Sumber Alam dan Sabda Alam Resort.
Kenapa?
Karena, Kampung Sampireun memang seakan diperuntukkan bagi pasangan bulan madu. Suasananya tenang, senyap. Wah, apalagi jika datang di hari kerja. Seakan tempat itu hanya milik berdua.
Sementara itu, Kampung Sumber Alam terkesan lebih seru, jadi acara berlibur bersama keluarga tepat sekali jika dihabiskan di sana.
Sabda Alam lain lagi. Dengan fasilitas taman airnya, dijamin anak-anak akan sangat senang dan tidak mau pulang!
Atau, jika dana kita agak terbatas, kita bisa juga memilih satu di antara sekian hotel dengan kelas di bawah ketiga penginapan yang saya sebut di atas. Menurut teman, kualitasnya ok juga kok.
Omong-omong, di mana sih Garut itu? Gak jauh kok dari Bandung. Baik via Kamojang maupun Nagrek, Bandung-Garut berjarak sekitar 60 km. Namun, waktu tempuh jika lewat Kamojang agak lebih lama dibandingkan jika kita lewat Nagrek.
Oh ya, yang menarik lagi, kalau kita nggak bawa mobil, alias berencana naik kereta ke Bandung dulu, kita nggak perlu pusing dengan kendaraan menuju lokasi tempat menginap. Dari pengamatan saya, beberapa tempat menginap menyediakan jasa jemput ke stasiun.
Lalu, kenapa harus Garut?
Kenapa nggak? Selain berbagai kenyamanan yang ditawarkan oleh penginapan, kita juga dapat berkeliling ke tempat wisata di sekitarnya, seperti:
- Kawah Papandayan
- Kawah Kamojang di kaki Gunung Guntur, di mana kita bisa mandi ’sauna’
- Candi Cangkuang yang terletak di atas bukit di tengah danau Cangkuang, merupakan peninggalan kebudayaan Hindu pada abad VIIIM
- Situ Bagendit, kita dapat naik rakit hingga ke tengah danau
- Pantai Santolo
- Pantai Sayang Heulang
Dari segelintir tempat wisata yang saya sebutkan di atas, bisa dilihat betapa beragamnya kegiatan yang dapat kita lakukan di Garut, mulai dari gunung, laut, danau, pantai, bahkan wisata budaya.
Ada lagi hal menarik lainnya tentang Garut. Ternyata kabupaten dengan luas 306.519 Ha (3.065,19 km²) ini memiliki julukan yang khas nan unik.
Swiss van Java.
Wow…ternyata karena keindahan dan kontur alamnya nan eksotik serta udaranya yang sejuk nan segar, Garut disejajarkan dengan negara di Eropa tersebut.
So, paling tidak, jika belum bisa ke Swiss, dengan menghabiskan waktu di Garut, kita seakan-akan sudah pernah ke sana.
Posted: January 17th, 2009 | Author: dania | Filed under: Foto-foto Menakjubkan, Lucu | No Comments »
Pernah naik kereta? Dulu, saat kuliah, saya setiap hari naik KRL ke Depok. Dari rumah naik bus ke stasiun Cikini, lalu lanjut dengan kereta.
Seru dan rame. Ada juga yang sampai jatuh cinta di kereta, sampai jadian juga ada. Karena itu, ada yang menyebutnya kereta cinta.
Suami, yang usianya terpaut beberapa tahun dengan saya menceritakan bahwa pada tahun 1995, saat perayaan Indonesia Emas, penumpang kereta begitu penuh. Mereka berbondong-bondong hendak menyaksikan acara yang digelar di Monas.
Dan, barusan, saya menemukan sebuah gambar di internet yang membuat suami saya tertawa dan teringat peristiwa tersebut. Entah memang sebanyak itu atau tidak ‘penumpang’ KRL saat itu karena memang foto itu tidak diambil di Indonesia. Tapi inilah foto yang saya temukan:

Hmmm…tapi gimana bisa jatuh cinta ya kalau seramai itu?
Posted: January 13th, 2009 | Author: dania | Filed under: Basic | No Comments »
Kanker Serviks atau biasa disebut juga dengan kanker mulut rahim disebabkan oleh virus yang dikenal dengan HPV (Human Papilloma Virus). Melalui pap smear (tes yang digunakan untuk mendeteksi perubahan atau sel pada dinding leher rahim), maka dapat diketahui apakah seseorang terkena virus tersebut atau tidak.
Selain melalui pap smear, kanker mulut rahim ini juga dapat dideteksi dengan IVA. IVA adalah inspeksi visual dengan Asam Asetat 3-5 persen. Tes satu ini lebih murah dan mudah bila dibandingkan dengan pap smear, namun hasilnya sana akuratnya.
Jika terdeteksi semenjak dini, kanker serviks ini dapat disembuhkan hingga 100%. Sayangnya, banyak yang baru memeriksakan diri setelah kanker memasuki stadium lanjut. Walau begitu, kanker ini masih dapat disembuhkan. Tentunya dengan didukung oleh gaya hidup yang sehat dari si pasien.
Tidak main-main, kanker ini diidap oleh banyak perempuan di Indonesia. Di dunia, setelah Cina, Indonesia merupakan Negara dengan peringkat kedua yang memiliki pengidap kanker leher rahim terbanyak.
Sebenarnya, seperti virus lainnya, HPV juga dapat sembuh sendiri. Dengan daya tahan tubuh yang baik, 90% di antaranya dapat sembuh dalam waktu 2 tahun. 10% sisanya tetap aktif atau tetap ada namun tidak aktif.
Saat daya tahan tubuh menurun inilah, yang tidak aktif itu dapat kembali aktif yang kemudian setelah bertahun-tahun lamanya akan menyebabkan tumbuhnya sel kanker.
Sebenarnya, siapa sajakah yang dapat terkena kanker serviks?
- Perempuan yang telah aktif secara seksual semenjak usia dini.
- Perempuan yang berganti-ganti pasangan.
- Perempuan dengan suami yang berhubungan seksual dengan perempuan lain yang memiliki kemungkinan mengidap HPV.
Pencegahan
Salah satu cara yang dianggap efektif untuk mencegar seseorang terpapar penyakit yang dapat mematikan ini adalah dengan vaksinasi.
Namun, vaksinasi efektif hanya jika diberikan sebelum seseorang aktif secara seksual. Di negara tertentu, anak perempuan berusia sembilan tahun mulai diberikan vaksinasi.
Walau begitu, vaksinasi ini juga menimbulkan kontroversi.
Dalam salah satu tayangan Oprah yang saya tonton beberapa waktu lalu, beberapa orang tua menentang vaksinasi ini. Karena, ada yang beranggapan bahwa memberikan vaksinasi berarti memberikan legalitas kepada anak untuk aktif secara seksual dan/atau berganti pasangan.
Kubu lainnya menyanggah dengan menyatakan bahwa resiko terkena penyakit itu terlalu besar sehingga mereka memang harus memberikannya. Masalah apakah si anak akan melakukan kegiatan seksual secara aktif dan/atau berganti pasangan kembali kepada cara orang tua mendidik dan nilai moral yang ditanamkan kepada mereka.
Kedua kubu itu masing-masing memiliki alasan yang jelas. Di negara ini, yang kebetulan memiliki tingkat religiusitas yang lebih tinggi ketimbang negara barat tempat kontroversi itu terjadi, tak ada salahnya kita sebagai orang tua tetap memberikan vaksin tersebut. Toh, kita telah terbiasa menanamkan nilai agama dan moral kepada anak-anak kita.
Mari kita cegah anak-anak perempuan kita dari HPV dan mari kita periksakan diri sedini mungkin.
Posted: January 9th, 2009 | Author: dania | Filed under: Basic | 6 Comments »

Pernah nyontek?
Nyontek teman, ke buku, atau…seperti di atas?
Posted: January 3rd, 2009 | Author: dania | Filed under: Basic, Interior, Rumah | 3 Comments »
Sekarang ini, yang sedang jadi trend dalam hal perumahan adalah tipe rumah minimalis. Semua serba kotak dan simpel.
Sayang, rumah yang kami tinggali sekarang masih berupa rumah lama yang jauh dari minimalis. Masih ada pilar, ornamen di jendela, dan lain-lain.
Impian saya dan suami adalah suatu hari dapat mengubah tampilan rumah kami ke arah yang lebih minimalis. Masalahnya, rumah kami masih dalam keadaan cukup baik sehingga sayang juga kalau harus direnovasi habis-habisan.
Walau begitu, kami sudah mulai hunting bentuk rumah minimalis seperti apa yang nantinya akan kami pilih.
Belum lama ini, kami mendarat di salah satu blog menarik seorang desainer interior dan arsitektur bernama Anna Hape. Bahkan, kami juga sempat melihat-lihat flickr Mbak Anna di sini.
Dalam blognya, kami menemukan salah satu tips menarik mengenai rumah minimalis. Mbak Anna menjelaskan bahwa rumah minimalis lebih dari sekedar gaya. Rumah minimalis adalah itu Filosofi Hidup.
Kalau dipikir-pikir ada benarnya.
Saya dan suami memang lebih senang yang simpel. Pemilihan rumah kami yang sekarang juga cukup simpel. Pertama, rumah ini dekat dengan rumah kedua orang tua kami. Kedua, kondisi rumah masih dalam keadaan baik. Ketiga, harganya sesuai dengan budget kami saat itu.
Namun, ya itu, kami agak terganggu dengan pembagian ruangan yang jauh dari simpel. Bagian dalam terkesan sempit karena banyak sekali sekat yang tidak terlalu fungsional. Tak ketinggalan banyaknya ornamen yang kurang perlu pada pintu dan jendela.
Padahal, menurut Mbak Anna, salah satu filosofi rumah minimalis adalah mengambil yang penting saja, yang fungsional.
Di blog Mas Ronny, bahkan dikatakan, “…less is more and ornament is crime.”
Saya semakin yakin bahwa memang rumah minimalis adalah tipe rumah minimalis. Bukan sekedar mengikuti trend yang ada. Tapi, lebih kepada menyelaraskan rumah dengan siapa saya sebenarnya. Untuk menunjukkan identitas saya.
Yang pasti, kami masih sedang taraf menabung dan menunggu hingga tiba waktunya rumah kami memang memerlukan renovasi. Agar dana yang kami keluarkan tidak mubazir dan benar-benar fungsional. Intinya, menerapkan milimalisasi dalam berbagai aspek.
Nantinya, jika saatnya tiba, saya ingin rumah minimalis yang:
- dapat membuat rumah saya terlihat lebih luas–saat ini ukuran rumah saya hanya 100m².
- tidak terlalu berwarna-warni dengan nuansa cokelat dan krem–kecuali kamar anak yang akan saya buat lebih ceria.
- furnitur yang sederhana–saat ini furnitur di rumah saya cukup simpel, mungkin hanya perlu sentuhan khusus.
- memaksimalisasi semua fungsi rumah–contohnya adalah tangga yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan seperti salah satu artikel saya yang bertajuk Rumah Kecil? No Worries!.
Duh, jadi nggak sabar deh mau punya rumah minimalis!