Tips Pintar Belanja Online
Posted: December 11th, 2008 | Author: dania | Filed under: Simplify Your Life | Comments Off
Belakangan ini banyak sekali toko online di internet. Mulai dari toko online yang menjual perangkat komputer seperti bhinneka.com, menjual buku seperti inibuku.com dan kutukutubuku.com, hingga beragam produk lainnya seperti pakaian dan aksesoris.
Memang, saat ini, sudah sekitar 30 juta rakyat Indonesia telah bersinggungan dengan internet. Tak hanya di kota besar seperti Jakarta, Bandung, Medan, Yogyakarta, dan Surabaya. Masyarakat di kota yang lebih kecil pun sekarang sudah ‘melek’ internet.
Karenanya, pasar begitu terbuka.
Lalu, bagaimana kita, sebagai konsumen, menyikapi cara baru dalam berbelanja ini?
Banyak yang masih takut berbelanja di internet. Ada juga yang sudah berani, tapi hanya sebatas berbelanja di situs-situs yang besar dan jelas seperti yang saya sebutkan di atas.
Padahal, tak sedikit produk dengan harga miring dijual di blog dan forum. Sebenarnya, dengan sedikit ketelitian, kita dapat menyingkirkan rasa takut itu.
Jika saya berbelanja di blog—saat ini paling sering di multiply—atau jika suami saya berbelanja di forum, kami memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
- Penjualnya. Biasanya, penjual yang jujur akan membuka diri. Jika di blog atau multiply, maka ia akan mengisi data pribadi dengan lengkap, seperti lokasi, alamat e-mail dan YM ID. Ia pun memiliki lingkaran teman yang riil, alias bukan makhluk maya yang sengaja mereka ciptakan. Di forum, biasanya terdapat ‘reputasi’. Jika reputasinya bagus, maka saatnyalah untuk menghapus rasa curiga.
- Testimonial dan komentar. Suami saya memberi perhatian lebih dalam hal testimoni. Ia hanya berbelanja dari orang-orang yang memiliki testimoni dengan nada positif dalam jumlah yang cukup banyak. Jika ada satu testimoni yang negatif saja, ia akan mengecek ke anggota forum lainnya mengenai kredibilitas sang penjual. Sementara, jika berbelanja di blog atau multiply, saya akan memperhatikan komentar para pembeli baik di halaman produk ataupun guestbook dan chatbox.
- Nomor telepon. Jika memang ia penjual sungguhan, maka ia akan memberikan nomor teleponnya. Batalkan penjualan jika si penjual bersikukuh tidak memberitahukan nomor telepon yang dapat dihubungi.
- Perjanjian pengiriman uang dan barang. Sebagian penjual memilih untuk COD (Cash on Delivery). Untuk yang satu ini, kamu nggak perlu khawatir lagi. Barang bisa diperiksa atau dites terlebih dulu di hadapan sang penjual. Untuk penjual yang berdomisili di luar daerah, dapat dilakukan dua pilihan kesepakatan. Pertama, biasanya penjual me
minta uang ditransfer terlebih dulu baru barang akan dikirim. Jika ketiga hal di atas terpenuhi, maka pilihan satu ini tak berbahaya. Walau begitu, saya dan suami bersedia melakukannya hanya jika transaksi di bawah 500 ribu rupiah. Jika lebih, maka kami memilih cara kedua berikut ini. Di forum-forum tertentu, terdapat satu dua orang yang me-manage rekening bersama. Kita memang mentransfer uang terlebih dahulu, namun tidak langsung ke si penjual, melainkan ke rekening bersama tersebut. Lalu, si pemilik rekening akan memberitahukan penjual yang kemudian mengirim barang. Setelah barang diterima, maka kita sebagai pembeli sebaiknya memeriksa dan menguji coba. Jika tidak ada masalah, kita dapat memberi instruksi kepada pemilik rekening bersama untuk mentransfer kepada penjual. Jika barang tidak sesuai, kita dapat mengirim kembali barang tersebut dan meminta uang kembali. Memang, kita diminta melebihkan uang yang ditransfer sebanyak sekitar 10 ribu rupiah untuk biaya administrasi. Namun, apalah artinya dibandingkan dengan resiko yang kita tanggung jika tak menggunakan rekening bersama tersebut.
- Garansi. Untuk barang-barang elektronik—terutama yang second—pastikan ada garansi, baik dari si pembeli ataupun distributor. Hal ini untuk meminimalisasi resiko kerugian jika barang yang dikirimkan dalam keadaan rusak.
Sejauh ini, jika kelima hal tersebut sudah terpenuhi, kami tak segan-segan berbelanja online. Karena, banyak keuntungan juga yang kami petik. Di antaranya:
- Diskon khusus, di toko buku online, biasanya terdapat diskon minimal 15% dari harga toko offline.
- Kami nggak perlu membuang waktu di pusat perbelanjaan.
- Kami nggak perlu mengeluarkan ongkos untuk ke pusat perbelanjaan.
- Kami nggak perlu ‘window shopping’ yang biasanya berujung pada pembelian barang-barang yang nggak diperlukan.
Jadi, masih takut belanja di internet?