Training ART Yuk…
Posted: November 7th, 2008 | Author: dania | Filed under: Simplify Your Life | No Comments »Sehabis Idul Fitri, hampir setiap rumah tangga kelabakan. Apa lagi penyebabnya kalau bukan ART!
Apa sih ART?
ART adalah singkatan dari Asisten Rumah Tangga–ungkapan lebih sopan dari kata pembantu.
Biasanya seminggu sebelum Idul Fitri, mereka sudah memenuhi terminal bus dan stasiun kereta. Pulang kampung, mudik. Janji kembali. Tapi, janji tinggal janji. Mereka memutuskan untuk tidak kembali dengan berbagai alasan.
Tinggallah sang majikan kelimpungan. Cuti sudah habis, sementara ART belum kembali. Tak ada pilihan lain…mencari ART baru. Yah, yang belum berpengalaman pun ok lah. Daripada tidak ada sama sekali.
Nah…ini yang seru!
Gadis desa yang belum tahu apa-apa ini terkadang cukup merepotkan. Tanpa training yang terarah, bisa-bisa keberadaan mereka justru mengacaukan segalanya.
Bagaimana sih training yang ok?
- Siapkan catatan lengkap! Ya…selengkap-lengkapnya. Jangan buat daftar apa-apa saja yang harus dilakukan tanpa penjelasan. Lebih bagus lagi jika daftar dibuat dengan disertai jam-jam yang jelas.
- Abaikan hari kerja. Jika ART masuk hari Selasa atau Rabu, jangan harap hari Jum’at kerjanya sudah mendekati ekspektasimu. Training yang sebenarnya baru bisa dimulai di akhir minggu, saat kamu sekeluarga ada di rumah.
- Beri contoh. Jangan katakan, “Saya mau meja ini bersih.” Hey, standar kebersihanmu dan dirinya berbeda loh. Beri tahu caranya, tetapkan standar.
- Minta ia mengulang apa yang kamu perintahkan. Pastikan ia menangkap dengan benar.
- Terapkan sistem “stick and carrot.” Bukan berarti kamu memukulnya jika dia salah. Tapi, beri tahu saja. Yang penting ia tahu bahwa ia salah. Dan, jika ia melakukan tugasnya dengan baik, tak ada salahnya jika kamu beri tips atau belikan ia jajanan yang mungkin dia suka.
- Berikan tanggung jawab secara bertahap. Misalkan ia memiliki tiga tanggung jawab, mencuci, menyeterika dan membersihkan kamar. Berikan kesempatan kepadanya untuk mencuci tanpa diawasi. Jika sudah bisa, berikan tanggung jawab selanjutnya. Dan seterusnya. Tiga tanggung jawab sekaligus hanya akan membuatnya pusing dan mengacaukan segalanya.
- Jangan dipikirkan! Make it fun!
- Oh ya…jangan lupa tersenyum!

Leave a Reply